Sukabumi (Pucanglaban.com) - Warga Gunung Salak temukan potongan korban SSJ 100. Tim SAR gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Wanadri,
Polisi Hutan dan warga yang beranggotakan sebanyak 29 orang, pada Selasa pagi mulai melakukan evakuasi jasad
korban Sukhoi Superjet 100 yang masih tercecer di Gunung Salak.
Danrem 061/Suryakencana, Bogor, Kolonel (Inf)
AM Putranto berkata kepada wartawan di Sukabumi, Selasa (29/5/2012) "Pencarian
dan evakuasi korban Sukhoi dipimpin oleh Pasiop (Perwira Seksi
Operasi,red) Kodim 0607 Sukabumi, Kapten Sanusi, anggota yang ditugaskan
sebanyak 29 orang,".
Pencarian
dan evakuasi korban sukhoi langsung difokuskan di titik ditemukannya serpihan tubuh
korban oleh warga Kecamatan Cicurug. Selain itu, semua barang milik
korban dan jenazah yang ada di lokasi akan segera dievakuasi tanpa
terkecuali. Menurut, Putranto diharapkan evakuasi bisa dilaksanakan satu
hari Selasa.
"Barang dan jenazah korban sukhoi agar dipisahkan . Untuk
jenazah kami sudah berkoordinasi dengaqn RS Polri Kramat Jati di Jakarta
untuk diidentifikasi lebih lanjut, milik siapa serpihan jenazah
tersebut," tambahnya.
Dikatakan Danrem Suryakencana Kolonel
Putranto, diduga jenazah dan barang yang ditemukan warga tersebut
berpindah tempat karena pada saat penutupan pencarian dan evakuasi
korban sukhoi oleh Basarnas langsung turun hujan deras sehingga mungkin jenazah
dan barang tersebut ikut terbawa longsoran tanah.
"Serpihan tubuh korban ini dimungkinkan terbawa longsoran tanah
Dikutip dari: portal jatim
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif
bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
posted by: Khoirul Anwar
Showing posts with label SSJ100. Show all posts
Showing posts with label SSJ100. Show all posts
05:00
Intelijen Militer Rusia menuduh AS sabotase SSJ 100
Pucanglaban News - Pihak Rusia saat ini masih menyelidiki kemungkinan pihak AS
menggunakan alat pengacak sinyal untuk mengacaukan penerbangan pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100 (SSJ100) di Indonesia dua pekan
lalu. Dinas intelijen militer Rusia menduga jatuhnya
pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100 (SSJ100) di Indonesia disebabkan sabotase Amerika Serikat.
Muncul dalam artikel "Apakah Orang Amerika Terlibat dalam Kecelakaan Superjet?" yang dimuat tabloid Komsomolskaya Pravda di Rusia, Kamis (24/5/2012) kuat dengan dugaan AS sabotase SSJ 100.
Menurut artikel itu lagi, perusahaan-perusahaan dirgantara di AS punya kepentingan agar Sukhoi Superjet 100 gagal.
Seorang pejabat GRU, dinas intelijen militer luar negeri Rusia, menyatakan kepada tabloid tersebut "Kami menyelidiki teori bahwa itu adalah sebuah sabotase industrial," .
Menurut pejabat yang tak disebutkan namanya itu, GRU sudah lama memantau aktivitas Angkatan Udara AS (USAF) di bandar udara di Jakarta. Tidak disebutkan bandara mana yang dimaksud pejabat tersebut.
"Kami tahu mereka memiliki teknologi spesial yang bisa mengacak sinyal dari darat atau menyebabkan sistem pembacaan data di pesawat tak berfungsi. Mungkin inilah masalah sesungguhnya pada peristiwa itu," tutur pejabat tersebut.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh menabrak dinding tebing di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012) lalu, saat melakukan penerbangan peragaan dalam rangka tur promosi. Kecelakaan itu menewaskan 45 orang di dalam pesawat, termasuk seorang warga negara AS.
Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang pertama rancangan asli Rusia sejak Uni Soviet runtuh dan diharapkan menjadi awal kebangkitan industri penerbangan sipil di negara itu.
Kantor berita Agence France Presse (AFP) menyebut Rusia punya kebiasaan menyalahkan negara lain atas berbagai musibah atau kecelakaan besar yang terjadi di Rusia.
Pada Agustus 2000, saat kapal selam nuklir Kursk milik AL Rusia tenggelam di Laut Barents, seorang komandan AL Rusia menyalahkan AL AS hanya karena waktu itu ada beberapa kapal perang AS di sekitar lokasi latihan militer yang melibatkan Kursk.
Kemudian, tahun lalu, mantan Kepala Badan Luar Angkasa Rusia Yury Kotev kembali menyalahkan AS sebagai penyebab kegagalan penerbangan wahana luar angkasa Phobos Grunt yang sedianya akan menuju Bulan. Menurut Kotev, pancaran radar AS membuat wahana itu gagal.
Dikutip dari: kompas.com
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
posted by: Khoirul Anwar
Menurut artikel itu lagi, perusahaan-perusahaan dirgantara di AS punya kepentingan agar Sukhoi Superjet 100 gagal.
Seorang pejabat GRU, dinas intelijen militer luar negeri Rusia, menyatakan kepada tabloid tersebut "Kami menyelidiki teori bahwa itu adalah sebuah sabotase industrial," .
Menurut pejabat yang tak disebutkan namanya itu, GRU sudah lama memantau aktivitas Angkatan Udara AS (USAF) di bandar udara di Jakarta. Tidak disebutkan bandara mana yang dimaksud pejabat tersebut.
"Kami tahu mereka memiliki teknologi spesial yang bisa mengacak sinyal dari darat atau menyebabkan sistem pembacaan data di pesawat tak berfungsi. Mungkin inilah masalah sesungguhnya pada peristiwa itu," tutur pejabat tersebut.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh menabrak dinding tebing di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012) lalu, saat melakukan penerbangan peragaan dalam rangka tur promosi. Kecelakaan itu menewaskan 45 orang di dalam pesawat, termasuk seorang warga negara AS.
Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang pertama rancangan asli Rusia sejak Uni Soviet runtuh dan diharapkan menjadi awal kebangkitan industri penerbangan sipil di negara itu.
Kantor berita Agence France Presse (AFP) menyebut Rusia punya kebiasaan menyalahkan negara lain atas berbagai musibah atau kecelakaan besar yang terjadi di Rusia.
Pada Agustus 2000, saat kapal selam nuklir Kursk milik AL Rusia tenggelam di Laut Barents, seorang komandan AL Rusia menyalahkan AL AS hanya karena waktu itu ada beberapa kapal perang AS di sekitar lokasi latihan militer yang melibatkan Kursk.
Kemudian, tahun lalu, mantan Kepala Badan Luar Angkasa Rusia Yury Kotev kembali menyalahkan AS sebagai penyebab kegagalan penerbangan wahana luar angkasa Phobos Grunt yang sedianya akan menuju Bulan. Menurut Kotev, pancaran radar AS membuat wahana itu gagal.
Dikutip dari: kompas.com
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
posted by: Khoirul Anwar
14:54
Black Box SSJ 100 harus diperiksa di Indonesia!
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti berkata "Aturannya secara internasional begitu. Rusia harus ikuti aturan itu," saat menanggapi kengototan Pemerintah Indonesia untuk memeriksa kotak hitam Sukhoi Superjet 100 RA-36801yang harus diperiksa di Indonesia, bukan di Rusia, negara asal pesawat yang mengalami kecelakaan itu.
Setelah mengikuti kunjungan delegasi Rusia di kantor Wakil Presiden Senin 14 Mei 2012 kemarin, ia menjelaskan, investigasi dan pemeriksaan kotak hitam dilakukan di negara tempat kecelakaan. Sebelumnya, kotak hitam memang diperiksa di negara produsen pesawat, karena kala itu Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan belum memiliki alat untuk membacanya. "Sekarang sudah punya, sejak dua tahun lalu."
Menurut Ketua Subkomite Udara KNKT Masruri, penyelidikan black box Sukhoi Superjet akan dilakukan di Laboratorium KNKT, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. "Tim dari Rusia hanya akan dimintai keterangan untuk beberapa hal teknis."
Atase Pers Kedutaan Besar Rusia, Dmitry A. Solodov, membantah tudingan Rusia ingin menguasai pemeriksaan kotak hitam. "Itu informasi dari sumber yang tak kami percayai," ujarnya Senin 14 Mei 2012 malam. "Kami masih berkonsentrasi pada pencarian kotak hitam."
Yopie Hidayat, juru bicara Wakil Presiden Boediono, pun memastikan Rusia belum meminta memeriksa black box Sukhoi yang menabrak lereng Gunung Salak di Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu siang 9 Mei 2012 pekan lalu. Bahkan, dalam pertemuan, dipastikan kerja tiga tim Rusia di bawah kendali Indonesia, yakni Badan SAR Nasional, Kepolisian RI, dan KNKT.
Pertemuan itu merupakan tindak lanjut pembicaraan via telepon Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis malam 10 Mei 2012 lalu. Delegasi Rusia terdiri atas empat orang, yang dipimpin oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Alexander Ivanov. Adapun Boediono didampingi, antara lain, oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.
Hingga Senin 14 Mei 2012 kemarin, kotak hitam belum ditemukan oleh tim SAR. Namun tim telah menemukan dan mengangkat pemancar sinyal darurat (emergency locator transmitter/ELT) dalam keadaan rusak pada Minggu malam 13 Mei 2012 lalu.
"Berdasarkan penyelidikan, pihak Sukhoi mengatakan ELT ada kemungkinan rusak akibat hantaman keras yang diterima pesawat," kata konsultan bidang pertahanan dan pengembangan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo. Dengan efek hantaman yang begitu keras, ELT bisa saja mengalami malfungsi atau terlepas dari tempatnya.
Sukhoi Superjet 100, seperti juga pesawat lainnya, memiliki dua pemancar sinyal keadaan darurat: ELT serta emergency locator beacon aircraft, dan keduanya tidak berfungsi saat kecelakaan itu. "Pihak Rusia sendiri masih bingung kenapa bisa rusak keduanya," ujar Sunaryo.
Tim SAR menemukan ELT di lokasi yang jauh dari titik kejadian. "Sekitar 500 meter dari helipad dan turun lagi 600 meter. Karena sulitnya medan, membawa ke heli saja (butuh) berapa jam," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo, di Posko Pasir Pogor, Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Ketua KNKT Tatang Kurniadi menegaskan, semua alat yang ditemukan merupakan alat komunikasi. Salah satunya memang berwarna oranye, seperti black box. "Antara lain ada terminal komunikasi dan alat sinyal. Jadi ini salah satu ELT," katanya. Dengan ditemukannya alat komunikasi tersebut, akan membantu penyelidikan penyebab kecelakaan.
Berdasarkan pengalaman, penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat membutuhkan waktu yang panjang. Seperti pada kasus Adam Air KI-574 yang jatuh di perairan Selat Sulawesi. Pesawat Boeing 747-400 itu hilang dalam rute penerbangan Surabaya-Manado pada 1 Januari 2007. Sebanyak 96 penumpang dan enam awak pesawat tewas.
Kotak hitam Adam Air baru ditemukan pada 24 Januari 2007, di kedalaman 2.000 meter perairan Majene, Sulawesi Barat. Karena sulitnya medan, pengangkatannya menggunakan robot pada 27 Agustus 2007. Kotak hitam itu lalu dibuka di National Transportation Safety Board, di Washington, DC, Amerika Serikat.
Selesai dibaca pada 10 September 2007, tapi hasilnya tidak bisa disampaikan kepada publik. "Sesuai dengan ketentuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Annex 13, hasilnya hanya untuk kepentingan investigasi," kata Tatang ketika itu.
dikutip dari: tempo.co
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
Setelah mengikuti kunjungan delegasi Rusia di kantor Wakil Presiden Senin 14 Mei 2012 kemarin, ia menjelaskan, investigasi dan pemeriksaan kotak hitam dilakukan di negara tempat kecelakaan. Sebelumnya, kotak hitam memang diperiksa di negara produsen pesawat, karena kala itu Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan belum memiliki alat untuk membacanya. "Sekarang sudah punya, sejak dua tahun lalu."
Menurut Ketua Subkomite Udara KNKT Masruri, penyelidikan black box Sukhoi Superjet akan dilakukan di Laboratorium KNKT, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. "Tim dari Rusia hanya akan dimintai keterangan untuk beberapa hal teknis."
Atase Pers Kedutaan Besar Rusia, Dmitry A. Solodov, membantah tudingan Rusia ingin menguasai pemeriksaan kotak hitam. "Itu informasi dari sumber yang tak kami percayai," ujarnya Senin 14 Mei 2012 malam. "Kami masih berkonsentrasi pada pencarian kotak hitam."
Yopie Hidayat, juru bicara Wakil Presiden Boediono, pun memastikan Rusia belum meminta memeriksa black box Sukhoi yang menabrak lereng Gunung Salak di Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu siang 9 Mei 2012 pekan lalu. Bahkan, dalam pertemuan, dipastikan kerja tiga tim Rusia di bawah kendali Indonesia, yakni Badan SAR Nasional, Kepolisian RI, dan KNKT.
Pertemuan itu merupakan tindak lanjut pembicaraan via telepon Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis malam 10 Mei 2012 lalu. Delegasi Rusia terdiri atas empat orang, yang dipimpin oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Alexander Ivanov. Adapun Boediono didampingi, antara lain, oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.
Hingga Senin 14 Mei 2012 kemarin, kotak hitam belum ditemukan oleh tim SAR. Namun tim telah menemukan dan mengangkat pemancar sinyal darurat (emergency locator transmitter/ELT) dalam keadaan rusak pada Minggu malam 13 Mei 2012 lalu.
"Berdasarkan penyelidikan, pihak Sukhoi mengatakan ELT ada kemungkinan rusak akibat hantaman keras yang diterima pesawat," kata konsultan bidang pertahanan dan pengembangan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo. Dengan efek hantaman yang begitu keras, ELT bisa saja mengalami malfungsi atau terlepas dari tempatnya.
Sukhoi Superjet 100, seperti juga pesawat lainnya, memiliki dua pemancar sinyal keadaan darurat: ELT serta emergency locator beacon aircraft, dan keduanya tidak berfungsi saat kecelakaan itu. "Pihak Rusia sendiri masih bingung kenapa bisa rusak keduanya," ujar Sunaryo.
Tim SAR menemukan ELT di lokasi yang jauh dari titik kejadian. "Sekitar 500 meter dari helipad dan turun lagi 600 meter. Karena sulitnya medan, membawa ke heli saja (butuh) berapa jam," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo, di Posko Pasir Pogor, Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Ketua KNKT Tatang Kurniadi menegaskan, semua alat yang ditemukan merupakan alat komunikasi. Salah satunya memang berwarna oranye, seperti black box. "Antara lain ada terminal komunikasi dan alat sinyal. Jadi ini salah satu ELT," katanya. Dengan ditemukannya alat komunikasi tersebut, akan membantu penyelidikan penyebab kecelakaan.
Berdasarkan pengalaman, penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat membutuhkan waktu yang panjang. Seperti pada kasus Adam Air KI-574 yang jatuh di perairan Selat Sulawesi. Pesawat Boeing 747-400 itu hilang dalam rute penerbangan Surabaya-Manado pada 1 Januari 2007. Sebanyak 96 penumpang dan enam awak pesawat tewas.
Kotak hitam Adam Air baru ditemukan pada 24 Januari 2007, di kedalaman 2.000 meter perairan Majene, Sulawesi Barat. Karena sulitnya medan, pengangkatannya menggunakan robot pada 27 Agustus 2007. Kotak hitam itu lalu dibuka di National Transportation Safety Board, di Washington, DC, Amerika Serikat.
Selesai dibaca pada 10 September 2007, tapi hasilnya tidak bisa disampaikan kepada publik. "Sesuai dengan ketentuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Annex 13, hasilnya hanya untuk kepentingan investigasi," kata Tatang ketika itu.
dikutip dari: tempo.co
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
14:38
Rp1,25 M per orang untuk korban sukhoi di Gunung Salak
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengatakan bahwa Pemerintah mengupayakan ganti rugi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 sebesar Rp 1,25 miliar per orang. Angka yang diajukan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011. Namun, "Pihak Sukhoi belum memutuskan, masih menunggu kedatangan tim asuransinya," katanya Selasa 15 Mei 2012 kemarin.
Dalam aturan yang baru ini, jumlah ganti rugi yang dibayarkan lebih besar dibanding regulasi sebelumnya seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1995. Dalam aturan lama itu disebutkan pemerintah hanya mewajibkan besarnya ganti rugi pesawat Superjet 100 minimal Rp 40 juta.
Sebanyak 45 orang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat Superjet 100 itu pada Rabu 16 Mei 2012 pekan lalu. Mereka terdiri atas 10 warga negara asing asal Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis, serta 35 warga Indonesia. Menurut Herry, produsen pesawat asal Rusia itu belum memutuskan jumlah klaim asuransi yang akan diberikan kepada keluarga korban.
Sejauh ini Sukhoi menjanjikan akan membayar asuransi US$ 50 ribu atau setara dengan Rp 450 juta untuk setiap korban tewas. Konsultan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, menyatakan akan mendesak Sukhoi agar mau membayar ganti rugi Rp 1,25 miliar sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan. "Kami masih berusaha, semoga bisa lebih dari US$ 50 ribu," katanya Selasa 15 Mei 2012 kemarin.
Sukhoi sudah menunjuk perusahaan asal Singapura, Airclaims, untuk menangani asuransi korban Sukhoi. Semula Airclaims menolak membayar karena penumpang tidak membeli tiket. "Saya akan mengusahakan sekuat mungkin untuk bernegosiasi," kata Sunaryo.
Ganti rugi pesawat Superjet 100 akan dibayarkan setelah proses identifikasi korban rampung. Sunaryo menjanjikan klaim tetap dibayarkan, meski penumpang pesawat nahas itu dinyatakan hilang. Biasanya klaim untuk penumpang yang hilang baru dibayarkan bila dalam waktu dua tahun tidak ditemukan. "Tapi kami akan upayakan agar segera dibayarkan."
dikurip dari: tempo.co
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
Dalam aturan yang baru ini, jumlah ganti rugi yang dibayarkan lebih besar dibanding regulasi sebelumnya seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1995. Dalam aturan lama itu disebutkan pemerintah hanya mewajibkan besarnya ganti rugi pesawat Superjet 100 minimal Rp 40 juta.
Sebanyak 45 orang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat Superjet 100 itu pada Rabu 16 Mei 2012 pekan lalu. Mereka terdiri atas 10 warga negara asing asal Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis, serta 35 warga Indonesia. Menurut Herry, produsen pesawat asal Rusia itu belum memutuskan jumlah klaim asuransi yang akan diberikan kepada keluarga korban.
Sejauh ini Sukhoi menjanjikan akan membayar asuransi US$ 50 ribu atau setara dengan Rp 450 juta untuk setiap korban tewas. Konsultan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, menyatakan akan mendesak Sukhoi agar mau membayar ganti rugi Rp 1,25 miliar sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan. "Kami masih berusaha, semoga bisa lebih dari US$ 50 ribu," katanya Selasa 15 Mei 2012 kemarin.
Sukhoi sudah menunjuk perusahaan asal Singapura, Airclaims, untuk menangani asuransi korban Sukhoi. Semula Airclaims menolak membayar karena penumpang tidak membeli tiket. "Saya akan mengusahakan sekuat mungkin untuk bernegosiasi," kata Sunaryo.
Ganti rugi pesawat Superjet 100 akan dibayarkan setelah proses identifikasi korban rampung. Sunaryo menjanjikan klaim tetap dibayarkan, meski penumpang pesawat nahas itu dinyatakan hilang. Biasanya klaim untuk penumpang yang hilang baru dibayarkan bila dalam waktu dua tahun tidak ditemukan. "Tapi kami akan upayakan agar segera dibayarkan."
dikurip dari: tempo.co
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
18:13
Mitos Segitiga Gunung Halimun-Salak-Gede
Mitos Gunung Halimun, Salak, Gede. Mengapa di Segitiga Gunung Halimun, Salak, Gede sering terjadi tragedi pesawat jatuh? Bukan hanya sekali ini saja tragedi pesawat jatuh di sekitar Gunung Salak. Ada beberapa peristiwa yang terjadi mirip dengan jatuhnya Sukhoi Superjet 100 disekitar gunung Salak beberapa hari yang lalu. Tahun 1966 helikopter yang ditumpangi Laksamana RE Martadinata jatuh, sampai sekarang penyebabnya tidak ketahuan. Lalu banyak pesawat jatuh di sekitar lokasi yang sama sekitar gunung salak dan gunung halimun [ segi tiga halimun, salak, gede ] . Ada kecenderungan suatu pola dimana pesawat jatuh di tempat yang sama.
Di wilayah sekitar Halimun Bogor dan sekitarnya ada benteng-benteng milik Prabu Siliwangi yang tak kelihatan, pusat kerajaan ada di Gunung Salak, sebenarnya ini sudah menjadi rahasia umum. Catatan sejarah soal Kerajaan Siliwangi pasca kehancurannya setelah diserang Kesultanan Banten pada tahun 1620-an, adalah catatatan pertama kali dari Scipio yang melakukan ekspedisi sekitar tahun 1687 mencatat ada ratusan macan gembong atau harimau bertempat tinggal di sebuah bangunan dekat Kebun Raya Bogor sekarang, selain itu ditemukan rawa yang berisi badak di sekitar Sawangan, dinamakan Rawa Badak dimana di ujung Rawa Badak ditemukan juga situs parit dan bekas tembok keraton yang dijadikan sarang macan, sekarang sarang macan ini dikenal pertigaan beringin di Sawangan. Selain catatan-catatan arkeologi, ada catatan mistis tentang segitiga Bogor.
Ada tiga gunung yang dianggap angker di masa Mataram Sultan Agung, pertama Gunung Merapi, Kedua Gunung Slamet dan Ketiga Gunung Halimun, diantara ketiganya Gunung Halimun-lah yang dianggap paling angker karena memiliki misteri luar biasa. Sampai saat ini banyak peristiwa jatuhnya pesawat di sekitar segitiga Gunung Halimun-Gunung Salak-Gunung Gede.
Daya energi ketiga gunung itu ada di Istana Cipanas, sekitar gedung yang dibangun Bung Karno namanya Gedung Bentol, tempat dimana Bung Karno selalu bermeditasi sejak dia menempati Istana Merdeka di tahun 1949. Di belakang Gedung Bentol ada sumber air panas, yang merupakan energi dari Siliwangi.
Dilamarnya Puteri Dyah Pitaloka yang kecantikannya serupa bidadari dan mewariskan kecantikan yang bisa dilihat pada gadis-gadis Bandung, Cianjur dan Sumedang sekarang ini adalah rahasia ‘Wahyu Nusantara’ yang dimiliki kerajaan Pajajaran, dimana Gadjah Mada ingin memilikinya “Siapa yang menguasai Wahyu Nusantara dia akan menguasai Indonesia’, penguasaan wahyu nusantara ini menimbulkan konflik antara Hayam Wuruk yang berpendapat bahwa wahyu itu bisa diambil dengan cara Ken Arok yaitu menikahi puteri sang Raja, di satu sisi wahyu bisa diambil dengan cara menaklukkan Pajajaran dan membangun kerajaan Majapahit Barat di Pakuan.
Tanpa disengaja menurut kepercayaan banyak orang Bung Karno mengawini puteri Bandung yaitu : Inggit Garnasih yang ditengarai masih keturunan Raja Siliwangi dimana wahyu Nusantara bersemayam di tubuh Inggit Garnasih, dan Bung Karno keturunan langsung Brawijaya V mengobarkan semangat Nusantara bermula di Bandung pada rapat politik Radicale Concentratie di Bandung tahun 1922. Bandung adalah kota terakhir dimana Prabu Linggabuana menyucikan diri di danau Bandung sebelum berangkat ke Majapahit dan kelak beristirahat di Pesanggrahan Bubat dimana kemudian datang Gadjah Mada dan terjadilah insiden pembunuhan dan pembantaian besar-besaran rombongan Pajajaran.
Sisa-sisa dari Laskar Perang Bubat melarikan diri ke Gunung Salak, sementara sisa-sisa dari punggawa Siliwangi yang diserang Banten lari ke Gunung Halimun. Tempat dimana seringnya pesawat menghilang, ini mirip dengan segitiga Bermuda dan segitiga formosa.
Gunung Halimun dan Gunung salak ini mirip Gunung Lawu yang disucikan Majapahit, tak boleh ada yang melintasi diatasnya, burungpun bisa mati bila melewati satu titik tanah yang sakral.
Apakah Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 ini sama dengan medan magnetis di Segitiga Gunung Halimun-Salak-Gede? seperti medan magnetis yang ada di segitiga bermuda dan segitiga formosa? Wallahu’alam…….
Dikutip dari: http://sejarah.kompasiana.com/2012/05/09/sukhoi-dan-misteri-segitiga-bogor
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
Ada tiga gunung yang dianggap angker di masa Mataram Sultan Agung, pertama Gunung Merapi, Kedua Gunung Slamet dan Ketiga Gunung Halimun, diantara ketiganya Gunung Halimun-lah yang dianggap paling angker karena memiliki misteri luar biasa. Sampai saat ini banyak peristiwa jatuhnya pesawat di sekitar segitiga Gunung Halimun-Gunung Salak-Gunung Gede.
Daya energi ketiga gunung itu ada di Istana Cipanas, sekitar gedung yang dibangun Bung Karno namanya Gedung Bentol, tempat dimana Bung Karno selalu bermeditasi sejak dia menempati Istana Merdeka di tahun 1949. Di belakang Gedung Bentol ada sumber air panas, yang merupakan energi dari Siliwangi.
Dilamarnya Puteri Dyah Pitaloka yang kecantikannya serupa bidadari dan mewariskan kecantikan yang bisa dilihat pada gadis-gadis Bandung, Cianjur dan Sumedang sekarang ini adalah rahasia ‘Wahyu Nusantara’ yang dimiliki kerajaan Pajajaran, dimana Gadjah Mada ingin memilikinya “Siapa yang menguasai Wahyu Nusantara dia akan menguasai Indonesia’, penguasaan wahyu nusantara ini menimbulkan konflik antara Hayam Wuruk yang berpendapat bahwa wahyu itu bisa diambil dengan cara Ken Arok yaitu menikahi puteri sang Raja, di satu sisi wahyu bisa diambil dengan cara menaklukkan Pajajaran dan membangun kerajaan Majapahit Barat di Pakuan.
Tanpa disengaja menurut kepercayaan banyak orang Bung Karno mengawini puteri Bandung yaitu : Inggit Garnasih yang ditengarai masih keturunan Raja Siliwangi dimana wahyu Nusantara bersemayam di tubuh Inggit Garnasih, dan Bung Karno keturunan langsung Brawijaya V mengobarkan semangat Nusantara bermula di Bandung pada rapat politik Radicale Concentratie di Bandung tahun 1922. Bandung adalah kota terakhir dimana Prabu Linggabuana menyucikan diri di danau Bandung sebelum berangkat ke Majapahit dan kelak beristirahat di Pesanggrahan Bubat dimana kemudian datang Gadjah Mada dan terjadilah insiden pembunuhan dan pembantaian besar-besaran rombongan Pajajaran.
Sisa-sisa dari Laskar Perang Bubat melarikan diri ke Gunung Salak, sementara sisa-sisa dari punggawa Siliwangi yang diserang Banten lari ke Gunung Halimun. Tempat dimana seringnya pesawat menghilang, ini mirip dengan segitiga Bermuda dan segitiga formosa.
Gunung Halimun dan Gunung salak ini mirip Gunung Lawu yang disucikan Majapahit, tak boleh ada yang melintasi diatasnya, burungpun bisa mati bila melewati satu titik tanah yang sakral.
Apakah Jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet 100 ini sama dengan medan magnetis di Segitiga Gunung Halimun-Salak-Gede? seperti medan magnetis yang ada di segitiga bermuda dan segitiga formosa? Wallahu’alam…….
Dikutip dari: http://sejarah.kompasiana.com/2012/05/09/sukhoi-dan-misteri-segitiga-bogor
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
21:59
Sukhoi Super Jet 100 dan Gunung salak
Gunung salak kuburan pesawat terbang? Boleh dikata Gunung salak yang terletak di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini adalah sebuah gunung kuburan pesawat terbang karena sudah sering kecelakaan pesawat terjadi di gunung ini.
Bahkan banyak orang yang mengaitkan Gunung Salak ini dengan hal-hal mistis, diantaranya karena selimut tebal kabut di Gunung Salak ini yang bagi sebagian orang dianggap misterius.
Namun, secara logika, kabut tebal di Gunung Salak ini memang secara tidak langsung akan mengganggu perjalanan pesawat terbang seperti terjadi pada pesawat buatan Rusia, Sukhoi Superjet (SJJ) 100 yang diduga menabrak tebing gunung ini.
Bagi pegiat alam bebas, karakteristik gunung tersebut terbilang unik dibandingkan gunung-gunung lain di Pulau Jawa. Karakteristiknya menyerupai gunung di Bukit Barisan yang membelah Sumatera.
Gunung Salak juga menelan banyak korban dari kalangan pendaki gunung. Medannya yang ekstrem ditambah hutan yang lebat membuat orang yang kurang memahami alam bebas, tersesat.
Mengutip Wikipedia, hutan di Gunung Salak terdiri dari hutan pegunungan bawah (submontane forest) dan hutan pegunungan atas (montane forest).
Bagian bawah kawasan hutan, semula adalah hutan produksi kelolaan Perum Perhutani.
Di antara jenis pohon yang ditanam di sini adalah tusam (Pinus merkusii), rasamala (Altingia excelsa).
Pada beberapa lokasi, terutama arah Cidahu, Sukabumi, ditemukan pula jenis tumbuhan langka bernama Rafflesia rochussenii yang menyebar terbatas sampai Gunung Gede dan Gunung Pangrango di dekatnya.
Bukan jalur penerbangan
Lalu, mengapa Gunung Salak disebut sebagai "kuburan" pesawat terbang?
Dari catatan sejumlah media online, di gunung yang masuk ke wilayah Taman Nasional Gunung Salak Halimun ini memang kerap terjadi rangkaian kecelakaan pesawat.
Pada 15 April 2004, pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport, jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Tiga orang tewas akibat kecelakaan ini.
20 Juni 2004, pesawat Cessna 185 Skywagon, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Lima orang tewas. Kemudian pada Juni 2008, pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari permukaan laut. Kecelakaan ini menewaskan 18 orang.
30 April 2009, tiga orang tewas setelah kecelakaan terjadi pada pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Selanjutnya yang terakhir ini, pesawat SSJ-100 buatan Rusia berpenumpang 46 orang jatuh pada 9 April 2012.
Sejumlah kalangan keheranan mengapa Sukhoi yang malang ini turun ke ketinggian yang justru di bawah tinggi gunung.
Staf Ahli Menristek Bidang Pertahanan Keamanan Hari Purwanto bahkan menyatakan penerbangan melalui kawasan Gunung Salak seharusnya tidak dilakukan pada ketinggian 6.000 kaki karena tinggi gunung itu sendiri sekitar 2.200 meter. Belum lagi awan tebal selalu meliputi pegunungan itu.
"Biasanya penerbangan dari Halim menuju Pelabuhan Ratu di ketinggian 12.000 kaki dan standar minimum 8.000 kaki, tapi Sukhoi ini terbang dari ketinggian 10.000 kaki, mengapa turun ke 6.000 kaki?" kata Hari Purwanto di Makassar, Kamis.
Pesawat Sukhoi Super Jet 100 buatan Rusia yang sempat hilang kontak saat Joy Flight dari Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu diperkirakan menabrak pinggir tebing Gunung Salak. 45 orang yang menumpangi pesawat ini diperkirakan tewas.
Hari menyebutkan tiga faktor yang mungkin menyebabkan sebuah pesawat jatuh di Gunung Salak. Ketiganya adalah faktor cuaca, faktor kesalahan manusia, dan faktor kelaikan pesawat.
Ia mengingatkan bahwa jalur penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu via Gunung Salak, bukan jalur penerbangan. Pun bukan area aman untuk penerbangan, apalagi bagi pilot yang tidak terlalu mengerti medan di sana.
Pesawat Sukhoi yang telah dipesan penerbangan swasta Indonesia untuk penerbangan komersil itu diakuinya sudah diuji di sejumlah negara lain sebelum diuji di Indonesia, seperti Myanmar atau negara yang pasarnya terbuka bagi pesawat di luar Boeing, Airbus dan lainnya.
Hari mengungkapkan, pada masa lalu, semua pesawat yang akan digunakan di Indonesia harus melalui kajian atau review teknologi dari BPPT. Namun sejak satu dekade ini review itu tidak dilakukan lagi.
Dikutip dari: antara news
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
Bahkan banyak orang yang mengaitkan Gunung Salak ini dengan hal-hal mistis, diantaranya karena selimut tebal kabut di Gunung Salak ini yang bagi sebagian orang dianggap misterius.
Namun, secara logika, kabut tebal di Gunung Salak ini memang secara tidak langsung akan mengganggu perjalanan pesawat terbang seperti terjadi pada pesawat buatan Rusia, Sukhoi Superjet (SJJ) 100 yang diduga menabrak tebing gunung ini.
Bagi pegiat alam bebas, karakteristik gunung tersebut terbilang unik dibandingkan gunung-gunung lain di Pulau Jawa. Karakteristiknya menyerupai gunung di Bukit Barisan yang membelah Sumatera.
Gunung Salak juga menelan banyak korban dari kalangan pendaki gunung. Medannya yang ekstrem ditambah hutan yang lebat membuat orang yang kurang memahami alam bebas, tersesat.
Mengutip Wikipedia, hutan di Gunung Salak terdiri dari hutan pegunungan bawah (submontane forest) dan hutan pegunungan atas (montane forest).
Bagian bawah kawasan hutan, semula adalah hutan produksi kelolaan Perum Perhutani.
Di antara jenis pohon yang ditanam di sini adalah tusam (Pinus merkusii), rasamala (Altingia excelsa).
Pada beberapa lokasi, terutama arah Cidahu, Sukabumi, ditemukan pula jenis tumbuhan langka bernama Rafflesia rochussenii yang menyebar terbatas sampai Gunung Gede dan Gunung Pangrango di dekatnya.
Bukan jalur penerbangan
Lalu, mengapa Gunung Salak disebut sebagai "kuburan" pesawat terbang?
Dari catatan sejumlah media online, di gunung yang masuk ke wilayah Taman Nasional Gunung Salak Halimun ini memang kerap terjadi rangkaian kecelakaan pesawat.
Pada 15 April 2004, pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport, jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Tiga orang tewas akibat kecelakaan ini.
20 Juni 2004, pesawat Cessna 185 Skywagon, jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Lima orang tewas. Kemudian pada Juni 2008, pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari permukaan laut. Kecelakaan ini menewaskan 18 orang.
30 April 2009, tiga orang tewas setelah kecelakaan terjadi pada pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.
Selanjutnya yang terakhir ini, pesawat SSJ-100 buatan Rusia berpenumpang 46 orang jatuh pada 9 April 2012.
Sejumlah kalangan keheranan mengapa Sukhoi yang malang ini turun ke ketinggian yang justru di bawah tinggi gunung.
Staf Ahli Menristek Bidang Pertahanan Keamanan Hari Purwanto bahkan menyatakan penerbangan melalui kawasan Gunung Salak seharusnya tidak dilakukan pada ketinggian 6.000 kaki karena tinggi gunung itu sendiri sekitar 2.200 meter. Belum lagi awan tebal selalu meliputi pegunungan itu.
"Biasanya penerbangan dari Halim menuju Pelabuhan Ratu di ketinggian 12.000 kaki dan standar minimum 8.000 kaki, tapi Sukhoi ini terbang dari ketinggian 10.000 kaki, mengapa turun ke 6.000 kaki?" kata Hari Purwanto di Makassar, Kamis.
Pesawat Sukhoi Super Jet 100 buatan Rusia yang sempat hilang kontak saat Joy Flight dari Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu diperkirakan menabrak pinggir tebing Gunung Salak. 45 orang yang menumpangi pesawat ini diperkirakan tewas.
Hari menyebutkan tiga faktor yang mungkin menyebabkan sebuah pesawat jatuh di Gunung Salak. Ketiganya adalah faktor cuaca, faktor kesalahan manusia, dan faktor kelaikan pesawat.
Ia mengingatkan bahwa jalur penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu via Gunung Salak, bukan jalur penerbangan. Pun bukan area aman untuk penerbangan, apalagi bagi pilot yang tidak terlalu mengerti medan di sana.
Pesawat Sukhoi yang telah dipesan penerbangan swasta Indonesia untuk penerbangan komersil itu diakuinya sudah diuji di sejumlah negara lain sebelum diuji di Indonesia, seperti Myanmar atau negara yang pasarnya terbuka bagi pesawat di luar Boeing, Airbus dan lainnya.
Hari mengungkapkan, pada masa lalu, semua pesawat yang akan digunakan di Indonesia harus melalui kajian atau review teknologi dari BPPT. Namun sejak satu dekade ini review itu tidak dilakukan lagi.
Dikutip dari: antara news
pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
