News Update :

Global News

More news »

Tutorial blogger

More Tutorial »

Informasi Gadget

Lirik lagu lainnya »
Showing posts with label SASTRA. Show all posts
Showing posts with label SASTRA. Show all posts

Puisi cinta Inilah caraku mencintaimu

Inilah caraku mencintaimu. Puisi cinta romantis. Kali ini saya akan coba share kumpulan puisi cinta terbaru dan yang pasti merupakan kumpulan puisi cinta romantis inilah caraku mencintaimu

Seberapa romantiskah sahabat didepan pasangan? Tak begitu romantis? Ingin menjadi romantis? tapi tidak tahu caranya? tenang..... saya ada kumpulan puisi cinta romantis untuk sahabat. Mudah mudahan kumpulan puisi cinta romantis ini bermanfaat untuk sahabat.


Inilah caraku mencintaimu



Inilah caraku mencintaimu 
dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..

dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..

aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,

oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..

Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang wanita yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi istri ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.

Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada istri ku kelak..


Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..


pucanglaban.com informatif, kompetitif dan kreatif bersama berbagi ilmu dan pengetahuan.
posted by:

KETIKA CINTA BERTASBIH 2

"Salah satu cerpen dalam buku ini berjudul Ketika Saya Jatuh Cinta. Pertanyaan saya, orang kok begitu sering berbicara tentang cinta. Pertanyaan saya apa sih sebenarnya cinta menurut Mbak Husna dan menurut Mbak Bintun? Dan pertanyaan saya kalau boleh jujur pernahkan Mbak berdua jatuh cinta? Dan maaf kalau ini terlalu vulgar, bolehkah kami tahu jatuh cinta sama siapa?" Husna menjawab semua pertanyaan dengan baik dan runtut. Untuk pertanyaan terakhir Husna menjawab, "Menurutku,
cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan
mengubah kandang jadi taman
mengubah penjara jadi istana
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!

Mendengar puisi itu, sepontan para santri mengumandangkan takbir dan bertepuk tangan penuh rasa
takjub. Puisi itu begitu indah menyihir perasaan mereka. Sang moderator lalu beralih ke Anna Althafunnisa.
"Kalau menurut Mbak Bintun Nahl, cinta itu apa?" Tanya moderator.
"Emm... apa ya?" Jawab Anna sambil berpikir. la diam sesaat. Para santriwati diam. Mereka sangat penasaran apa yang akan dikatakan putri Kiai mereka tentang cinta. "Mmm... cinta! Menurutku,

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang
lebar.
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada
keteranganku sendiri.
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan
terang.
Namun tanpa lidah,
cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai
kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta
Dan percintaan!"
Jawaban Anna terasa lebih dahsyat. Dan aula pesantren itu kembali larut dalam gemuruh tepuk tangan sebagai
tanda rasa takjub, dan bahagia bercampur cinta. Acara siang itu benar-benar terasa hidup. Para santri mendapat pencerahan yang berbeda dari biasanya. Sementara Zumrah yang duduk di bangku depan
deretan hadirin, tak bisa menahan air matanya. la kagum sekaligus iri pada Husna, Bintun Nahl yang tak lain adalah Anna Althafunnisa dan pada seluruh santri putri yang sedemikian bergairah merajut masa depan. Mereka dalam pandangannya ibarat mata air jernih yang menyejukkan dan belum tercampur kotoran. Sementara ia rasa dirinya ibarat comberan yang menjijikkan. Ia bertanya dalam hati
mungkinkah ia kembali bening seperti mereka?

ingin mengetahui kelengkapan novel best seller ini? download aja disini... gratis low gan...

KETIKA CINTA BERTASBIH 1

Jika Eliana bisa bahasa Prancis
dan Inggris. Maka Putri Pak Kiai Lutfi ini bisa bahasa Arab,
Inggris dan Mandarin. Saat di Madrasah Aliyah dia pernah
ikut program pertukaran pelajar ke Wales,U.K. Dan apa kau
tahu di mana dia sekarang?"
Azzam menggelengkan kepala.
"Dia sekarang ada di Carro. Sedang menempuh S.2 di
Kuliyyatul Banat, Al Azhar. Dia sedang mengajukan judul
tesisnya."
"Sedang S.2? Siapa namanya? Kok saya tidak pernah
dengar ceritanya."
"Namanya Anna Althafunnisa."
"Anna Althafunisa?"
"Ya."
"Baru kali ini saya dengar nama itu. Aneh sekali. Padahal
orang-orang di rumah saya semuanya aktivis. Tapi mereka
kok tidak pernah nyebut-nyebut nama itu ya?"
"Tidak banyak orang yang tahu. Sebab Anna Althafunnisa
menyelesaikan S.1-nya tidak di Cairo. Tapi di Alexandria
sini. Ia lebih banyak berinteraksi dengan mahasiswi Malaysia
daripada mahasiswi Indonesia. Dan Anna lebih memilih menutup
diri dari kegiatan-kegiatan yang bersifat glamour. Kalau
kau sempat membaca majalah Al Wa'yu Al Islami, cobalah cari
edisi bulan lalu. Ada artikel dia dimuat di sana. Dia memakai
nama pena Anna Lutfi Hakim."
"Sekarang dia tinggal di Cairo?"
"Iya. Dialah gadis cantik dan salehah yang aku maksud.
Dan saat ini ayahnya menginginkan dia segera menikah. Aku
pikir kamu lebih baik menikah dengan orang yang sekualitas
Anna daripada dengan yang model Eliana. Kalau kamu mendapatkan
Anna, kamu telah mendapat-kan surga sebelum surga.
Percayalah padaku. Aku tahu betul kualitas Anna, ayahnya,
dan keluarganya. Mereka dari golongan orang-orang yang
ikhlas. Saran saya khitbahlahAnna Althafunnisa itu sebelum
bidadari dari Pesantren Daarul Quran itu dikhitbah orang
lain."
Hati Azzam berbunga -bunga. Ada rasa sejuk yang tibatiba
menyelinap ke dalam dadanya. Namun ia tiba tiba diserang
rasa ragu.
"Apa saya pantas melamarnya Pak? Apa saya pantas untuknya?
Saya ini S.1 saja sudah sembilan tahun belum juga
selesai. Dan apa prestasi saya? Apa yang bisa saya andalkan?
Membuat tempe? Apa ada kiai yang mau anaknya menikah
dengan penjual tempe?"
"Kenapa kamu jadi inferior begitu. Percayalah padaku,
Pak Kiai Lutfi itu tidak pemah memandang dunia. Dunia itu
remeh bagi beliau. Datanglah, lamarlah. Belilah tiket, pulanglah
ke Indonesia dan lamarlah bidadari itu!"
"Waduh kalau harus pulang berat Pak. Apa tidak ada cara
lain selain pulang?"
Pak Ali diam mengerutkan keningnya, sebentar kemudian,
wajahnya cerah. Setengah berteriak ia menjawab, "Ada!
Kau bisa melamar lewat Ustadz Mujab. Ustadz Mujab itu masih
keluarga dekat Kiai Lutfi. Kau datangi saja Ustadz Mujab
dan sampaikan maksudmu untuk disampaikan kepada Kiai
Lutfi dan Anna. Insya Allah semua akan mudah. Ustadz
Mujab kau kenal kan?"
"Wah lebih dari kenal. Saya sangat akrab dengannya.
Tapi yang membuat saya heran, kenapa beliau sama sekali
tidak pernah menyinggung nama Anna Althafun-nisa sama
sekali ya?"
"Itulah mahalnya Anna Althafunnisa. Tidak sembarangan
dibicarakan. Tidak sembarangan diobral. Bukan-kah permata
yang sangat mahal itu jarang dipamerkan orang?"
"Pak Ali punya fotonya?"
"Aduh, sayang sekali tidak punya. Tapi itu tidak penting.
Langsung saja kau lamar. Kalau setelah menyuntingnya kamu
menyesal, akan aku serahkan leherku ini untuk kau pancung.
Sungguh!"
Azzam tersenyum. Kata-kata terakhir Pak Ali semakin
membuatnya mantap sekaligus penasaran. Seperti apa Anna
itu? Namun, ia merasa telah mendapat jawaban atas tekad
yang ia ikrarkan sebelum tidur tadi malam. Tekad yang ia
rajut dengan doa.
Ia yakin Anna adalah jawaban atas doanya yang ia bawa
sampai tidur. Ia yakin bukanlah sebuah kebetulan jika pagi itu
Pak Ali akan bercerita tentang Anna Altha-funnisa. Itu bukanlah
kebetulan belaka. Sebab ia meyakini bahwa segala yang
terjadi di alam semesta ini tidak ada yang kebetulan. Semua
sudah ditulis takdirnya dan diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Tekadnya telah bulat. Begitu sampai di Cairo ia akan datang
ke rumah Ustadz Mujab. Datang untuk menanyakan gadis
yang disebut sebut Pak Ali sebagai "Bidadari dari Pesantren
Daarul Quran".

penasaran dengan kelanjutan novel pembangun jiwa ini?
download aja disini  ... gratis low....

KETIKA CINTA HARUS BERSABAR

Ya Rabbi, entah siapa yang tadi aku lihat. Malaikatkah? atau mungkin seorang alim yang menjelma seperti Malaikat? Entahlah. Tapi yang pasti, hatiku langsung berdetak kencang tatkala kedua mataku menatap tak sengaja wajah putih bersih nan berwibawa itu yang sempat melintasi penglihatanku. Sampai sekarang, sosok ‘malaikat’ itu masih melekat dalam benakku.
Sore tadi, Mama mengajakku kerumah salah seorang sahabatnya yang tengah sakit. Awalnya aku menolak karena memang editan tulisanku belum selesai aku revisi kembali. Besok lusa harus segera aku serahkan ke pihak penerbit untuk dipelajari dan untuk selanjutnya di terbitkan menjadi sebuah buku novel yang siap untuk dibaca.
Aku seorang penulis novel yang memang belum terlalu termasyhur seperti Habiburrahman El Shirazy, Azimah Rahayu, Helvy Tiana Rossa, dan masih banyak nama-nama penulis lainnya yang menjadi penulis idolaku sekaligus menjadi inspirasiku dalam menulis. Dua novelku sudah beredar di pasaran. Yang pertama berjudul Kerlingan Hati dan yang kedua berjudul Episode Jingga. Alhamdulillah kedua novelku itu laris manis di pasaran. Dan sekarang, aku sedang menggarap novelku yang ketiga yang judulnya masih aku rahasiakan. Tapi lagi-lagi karena mamaku tersayang mengajakku pergi menjenguk temannya yang sedang sakit, jadilah aku merubah semua jadwalku duduk didepan komputer untuk merevisi ulang novelku, untuk ikut mama pergi menjenguk temannya. Mau bilang apa lagi? toh kalau mama sudah beralasan,”Dinda, nanti kalau sampai penyakit mama kumat di jalan, bagaimana?”. Hfh…tak tega rasanya kalau sampai penyakit asma mama kumat ditengah jalan. Semoga saja tidak.
Aku berangkat bersama mama tepat setelah shalat Ashar kami tunaikan. Aku tidak pernah tahu teman mama yang satu ini. Mama bilang dia itu bernama Ibu Rahayu. Teman mama semasa kuliah dulu. Aku hanya mendengarkan mama bercerita banyak tentang sahabatnya itu yang katanya lumayan cantik dan mempunyai seorang suami yang juga tampan dan seorang anak laki-laki yang menurut mama sangat cocok untuk dijadikan seorang menantu.
”Bu Rahayu itu punya seorang anak laki-laki. Mama lupa namanya siapa. Tapi yang pasti dia itu cocoklah untuk dijadikan seorang menantu”
Hfh…aku hanya menghela nafas mendengar celotehan mama yang menurutku hanya sebuah pengharapan seorang ibu yang menginginkan anak perempuannya segera menikah.
Menikah. Semua gadis yang sudah cukup umur juga pasti berharap ingin segera mempunyai pendamping hidup yang sesuai dengan kriterianya. Ya…minimal seseorang yang baik, sholeh, bertanggung jawab, dan dapat menerima keadaan diri apa adanya. Tapi kalau memang belum jodoh mau diapakan lagi? Aku hanya berharap seorang yang soleh yang bersedia menjadi suamiku.

penasaran dengan jalan cerita novel ini? download disini aja....

SEBAB MEKARMU HANYA SEKALI

Ketika angin zaman menerpamu
Di atas cadas ataupun lumpur cemar
Teruslah mewangi wahai kuntumku
Tetaplah indah di padang liar
Hingga kaulah yang akan dipetik
Sebab mekarmu hanya sekali!

Dunia luar! Adalah sebuah tempat yang sama sekali tak
ramah, putriku. Sebuah ruang di mana kau harus mampu
untuk tetap bertahan di tengah-tengah segala ancaman yang
bakal terus menghadangmu. Dengan bumi yang semakin tua
serta dipenuhi oleh beragam fasilitas yang seharusnya bisa
lebih memudahkan kehidupan. Tapi ternyata semua itu justru
membuat realitas kehidupan makin bertambah kacau dan
carut marut. Hari-hari terakhir ini, segala bentuk kekerasan
dan tindak jahiliyah sudah menampakkan diri secara terangterangan.
Pergaulan bebas dengan bermacam latar belakang
dan sebabnya telah makin menjauhkan manusia dari
kehidupan yang ideal. Percampuran antara pria dan wanita
yang melanda setiap jengkal bumi telah menjadi
pemandangan biasa dan wajar. Dan tanpa disadari oleh siapa
pun, ‘kewajaran’ itu mulai menampakkan gejala-gejala yang
membahayakan. Ya, berbagai macam dampak negatif atas
budaya ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan)
mulai muncul. Dan lagi-lagi, kaum wanita seperti dirimu
adalah yang pertama kali merasakan akibatnya, langsung
maupun tidak. Lalu liputan dari berbagai media yang cuma
berisikan berita-berita memiriskan jiwa. Semuanya berlombalomba
untuk menampilkan sisi bengis dan buram wajah
kehidupan. Kejahatan dan kemaksiatan di lingkungan sekitar
kita hanyalah masalah waktu. Tak ada lagi sebuah tempat pun
yang benar-benar aman.....

penasaran gimana kelanjutan kisah ini? download aja file pdf nya disini 100% gratis oi!!!
selamat membaca

SETELAH KAU MENIKAHIKU

“Sebelumnya, aku ingin tanya satu hal, dan ini sangat sangat penting,
jadi aku perlu jawaban terjujurmu. Apa kau percaya kepadaku?”
Kutatap Idan dengan dahi berkerut. Ia telah jadi sahabatku selama
puluhan tahun. Banyak yang berubah dalam hidupku, dan setidaknya enam
lelaki telah hadir dan menghilang dari hidupku. Hanya Idan yang tak
berganti. Ia seakan-akan selalu siap mengulurkan tangan menolongku,
sementara sense of humor-nya tak pernah gagal membantuku keluar dari
depresi yang paling parah sekalipun. Kalau ada satu laki-laki di dunia
yang kuhadapi dengan skeptisisme nyaris nol, hanya Idan orangnya.
“Ya. Aku percaya kepadamu.”
“Kalau begitu, percayalah bahwa yang kulakukan ini semata-mata untuk
kebaikanmu. Percayalah bahwa aku sama sekali tidak memiliki niat jahat
terselubung di balik ideku ini. Percayalah.”
“Idan! ” potongku tandas. “Ide apa?”
“Aku ingin mengajakmu mengadakan sebuah eksperimen,” ia bicara dengan
hati-hati, kedua matanya terpancang pada ekspresi wajahku. “Kita akan
melakukan pernikahan.”
“Apa?”
“Simulasi!” lanjut Idan sesegera mungkin. “Tentu saja lengkap dengan
semua formalitasnya, lamaran, akad nikah, kalau perlu honey moon….”
“Bulan madu?”
Idan mengangkat tangannya menyuruhku diam, ”Simulasi”. Sekali lagi,
simulasi. Setelah itu kita akan menjadi suami istri —-simulasi—- sambil
mempelajari kenapa kebanyakan manusia yang normal dan waras begitu
berambisi untuk berumah tangga. Kalau pada akhir eksperimen kau merasa
yakin bahwa kerugiannya tidak sebanding dengan keuntungannya, kita
bercerai dan kau bisa hidup lajang, merdeka selama-lamanya. Kalau
ternyata kau kecanduan hidup sebagai istri, kita bercerai dan kau bisa
cari suami yang paling cocok untukmu. Anggaplah ini Sebagai tes untuk
melihat apa kau akan memilih menikah atau tidak. Tanpa komitmen, tanpa
penalti. Bagaimana?”
“Idan,” desisku. “Ini ide terbodoh yang pernah kudengar.”
“Semua gagasan jenius selalu diolok-olok pada awalnya,” sanggah Idan
mantap. “Pikirkan, Pit. Ini satu-satunya cara supaya kita bisa belajar
seperti apa pernikahan itu sebenarnya tanpa perlu sungguh-sungguh
menikah. Kau tidak mungkin melakukannya dengan laki-laki selain aku,
yang telah terbukti memiliki sifat ksatria, dapat dipercaya dan teguh
pendirian….”
“Serius, Idan, serius!”

penasaran dengan kelanjutan kisah ini? memang benar benar terlalu sayang untuk di lewatkan. download aja kelanjutan kisah ini disini gratis tis tis tis kok.........

BIDADARI UNTUK IKHWAN

“Ustad, kalaulah ustad sudah memandang ana pantas menikah. Dan akhwat yang antum
pilihkan itu adalah yang terbaik buat ana. Ana, bersedia ustad!” ucapku lirih.
“Alhamdulillah.. baik kalau gitu kita atur besok.” Ustad Fadlan terlihat sangat senang.
“Ustad. Kalau boleh tahu, siapa nama akhwatnya?” tanyaku
“Namanya, Zahra! Insya Allah antum tidak akan kecewa!” ucap ustad Fadlan tegas
sambil tersenyum. Dikamar, aku memikirkan apa yang telah aku ucapkan. Entah aku begitu bimbang
dengan perkataanku. Atau mungkin aku terlalu terburu-buru menjawabnya. Aku
seharusnya meminta waktu untuk memikirkannya. Aku tak tahu harus berbuat apa.
Kebimbangan menggelayuti diriku. Pikiranku melayang, entah apa yang aku pikirkan.
Seakan, bayang-bayang sekilas wajah-wajah wanita yang aku kenal berjalan bergantian.
Nova, wanita cantik itu berjalan sambil tersenyum padaku. Wajah indonya memukauku.
Sungguh kecantikan yang luar biasa dianugerahkan Allah pada gadis kafir itu. Ukhti
Farah, bagaikan seorang bidadari yang tersenyum anggun padaku. Wajahnya tertunduk,
malu. Sesekali matanya melirikku dan saat aku melihat matanya dia langsung
menunduduk. Benar-benar seorang bidadari. Sungguh wanita-wanita dambaan pria.
Tetapi mereka akan lepas dariku. Mereka tidak akan menjadi milikku. Dan aku tidak
boleh lagi memikirkan mereka. Memang benar kata teman-temanku kalau “Ikhwan juga
manusia, punya rasa cinta juga. Jangan samakan dengan Rasulullah.”

penasaran pada kelanjutan kisah ini? download aja disini gratis 100% kok... :D

CINTA LELAKI BIASA

Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak
menyukai Rafli.
Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.
Tapi kenapa?
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa,
dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa,
dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.
Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.
Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!
Cukup!

penasaran? mo membaca kejanjutan jalan cerita ini? download aja pdf nya disini gratis 100% gan :D

PEMBAWA KABAR DARI ANDALUSIA

Semilir angin musim semi memancarkan keindahan di salah satu sudut kota pengantin;
Andalusia. Di sekitarnya taman-taman dan tunas pepohonan tersinari cahaya matahari berwarna
keemasan. Ia memang tampak seperti lingkaran emas!
Di bawah kedua bukitnya, mengalir sungai yang bening laksana perak murni. Perahu-perahu
kecil berlayar membentangkan layar bagaikan kepak sayap merpati dan hijau daun yang
merindukan bunga. Para nelayan bertolak dengan diiringi nyanyian. Penuh cinta.... Penuh cita.
Sarat kesungguhan dan patriotik! Mereka melantunkan nyanyian dengan bermusikkan angin
sepoi-sepoi namun terdengar layaknya seorang penyanyi mahir dengan suara merdu. Sebuah
nyanyian yang menyirnakan ombak derita, tercopot oleh setiap bait lagu yang mereka nyanyikan.
Di atas sungai, terbentang jembatan panjang yang dibangun Umar bin Abdul Aziz. Jembatan itu
berdiri tegak dengan angkuh, seolah hendak menunjukkan kejayaan pemerintahan abad ke-XVII.
Kokohnya seakan tengah menyuratkan pesan ketidakmampuan zaman mana pun untuk
menandinginya.
Demikianlah gambaran Cordova pada tahun 423 M. Pada masa pemerintahan Abu Hazm bin
Jahwar di saat para penguasa terlena gelimang jabatan dan kekayaan" sehingga banyak timbul
kekacauan, kesengsaraan, bahkan kemusnahan kota tersebut.
Inilah Cordova pada masa sang pahlawan, Lidinillah, harapan dunia dan kiblat setiap umat.
Dialah sosok panutan belahan timur dan barat. Pancaran cahayanya mampu membinarkan mata
di mana setiap pencari ilmu dari seluruh pelosok negeri berguru kepadanya. Mudah-mudahan
mereka mendapatkan ilmunya walau sedikit. Atau, mereka bisa mendapat petunjuk di tempat api
klik disini untuk membaca kelanjutan cerita ini free download

AKU MENGGUGAT AKHWAT DAN IKHWAN

Entah kenapa, aku seperti berbunga-bunga saat melihatnya. Apalagi saat dia
berjalan diperkampungan kumuh itu. Aku bagaikan melihat seorang mujahid, yang
melangkah pasti dalam barisan tentara Allah. Seorang penjuang yang terus
mendambakan surga ketimbang dunia. Seorang yang tiada hentinya berdakwah dalam
arus ketidakpastian dalam materinya. Seorang yang merasa tidak pernah kekurangan
dalam segala hal selain pahalanya. Bahkan untuk urusan dunia sekalipun. Dia tidak
pernah terlihat menginginkannya. Ya Allah, teguhkanlah sikap dia tetap dijalanmu!
Hadiahkan bidadari kepada dia didunia maupun disurga-Mu. Aku benar-benar
bangga terhadap dia. Aku tidak akan layak untuk bisa mendampinginya. Sungguh
seorang ikhwan yang begitu tegar dalam perjuangan-Nya. Subhanalah. Ucapku lirih
dalam hati.
klik disini untuk kelanjutan cerita novel ini free download

motor

rubrik motor lainnya »

Mutiara kata

Mutiara kata lainnya »
 

© Copyright Pucanglaban News 2010 -2011 | Edit by Tim Pucanglaban News | Published by Pucanglaban News .